6 Jenis Puasa Sunnah Yang Dapat Diajarkan Pada Anak


wartanesia.net - Menunaikan ibadah puasa adalah bagian dari rukun Islam ketiga. Sehingga hukumnya wajib untuk dilaksanakan. Puasa adalah ibadah yang memiliki keistimewaan. Terdapat banyak hikmah dari melaksanakan puasa seperti diantaranya melatih kesabaran hingga menumbuhkan rasa empati terhadap orang yang kelaparan. Selain itu, melaksanakan puasa juga baik untuk kesehatan. 

Sebagai orang tua, sangat penting bagi Ibu untuk mengajarkan anak berpuasa sejak dini. Dalam ajaran Islam, nilai pendidikan puasa itu sangat besar, sebagaimana firman Allah SWT yang tertuang dalam QS. Al-Baqarah ayat 183.

Yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah 2 : 183). 

Ibu dapat mengajak si kecil untuk melaksanakan puasa secara bertahap, misalnya puasa setengah hari. Kemudian secara perlahan melaksanakan puasa secara penuh. Pada dasarnya, ibadah puasa tidak hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan saja yang sifatnya wajib, namun terdapat juga puasa-puasa lain yang sifatnya sunnah. 

Baca juga: Jenis dan Waktu Terbaik Mengamalkan Kalimat Thayyibah, Sumur Pahala!

Lalu, apa saja macam-macam puasa sunnah yang perlu diketahui dan diajarkan pada anak? Berikut 6 jenis puasa sunnah yang dapat diajarkan pada anak : 

  1. Puasa Syawal

Setelah menunaikan ibadah wajib puasa Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan melaksanakan puasa Syawal. Puasa sunnah ini bisa dikerjakan setelah hari raya fitra pertama. Cara melaksanakannya bisa dikerjakan terpisah-pisah namun berurutan lebih afdal. 

Jadi, melaksanakan puasa wajib bulan Ramadhan dan ditambah lagi dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal dianggap seperti telah berpuasa setahun penuh. 

  1. Puasa Senin Dan Kamis

Puasa Senin Kamis adalah puasa sunnah yang sering dilaksanakan oleh Rasulullah SAW. Puasa dua kali dalam seminggu ini tidak hanya sunnah, namun juga dapat menjadi rutinitas yang menyehatkan  tubuh. 

Sebuah studi menunjukkan bahwa puasa intermiten merupakan kesempatan bagi tubuh untuk membersihkan diri dari limbah dan membantu meningkatkan laju metabolisme seseorang, serta membantu membakar lebih banyak kalori. 

  1. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh mengacu pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah, jadi mungkin tidak akan sama setiap bulan pada kalender Masehi. Jika mampu istiqomah melaksanakan puasa ini, maka orang yang melaksanakannya kelak akan menerima sepuluh kali lipat disetiap kebaikan atau seperti puasa satu tahun penuh. 

  1. Puasa Muharram

Hari Asyura atau hari yang jatuh setiap tanggal 10 Muharram, bulan pertama dalam kalender Islam adalah hari yang penuh sejarah. Hari ini memiliki keistimewaan tersendiri didalam Islam. Nabi Muhammad biasanya berpuasa pada hari itu, lalu memerintahkan umatnya untuk melakukan hal serupa. Tidak ada hari yang lebih baik untuk melaksanakan ibadah puasa setelah Ramadhan selain Muharram. Puasa sunnah ini sangat dianjurkan. 

  1. Puasa Arafah

Bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, dianjurkan untuk berpuasa sembilan hari pertama di bulan Dzulhijjah (tanggal 10 adalah hari Raya Idul Adha). Secara khusus, Hari Arafah yaitu tanggal 9 Dzulhijjah sangat dianjurkan untuk berpuasa sunnah. 

  1. Puasa Sya’ban

Bulan Sya’ban adalah bulan sebelum Ramadhan, dan merupakan kesempatan yang luas untuk mempersiapkan bulan Ramadhan, entah secara spiritual maupun fisik. 

Ternyata ada banyak manfaat mengenalkan puasa pada anak sejak dini seperti diantarnya membantu mengembangkan kecerdasan spiritual, mengembangkan kecerdasan emosional, mengembangkan kecerdasan interpersonal, mengembangkan kecerdasan intelektual, mempercepat pertumbuhan, dan mengenalkan pola hidup sehat. 



Comments