Fortune Indonesia: Berita Ekonomi dan Bisnis Pertanian Vertikal yang Akan Tumbuh Secara Global

Fortune Indonesia: Berita Ekonomi dan Bisnis Pertanian Vertikal yang Akan Tumbuh Secara Global

Fortune Indonesia: Berita ekonomi dan bisnis selain membahas tentang keuangan suatu perusahaan, juga membahas tentang pertanian. Yang mana, hal tersebut masih mencakup dalam kategori bisnis dan ekonomi.

  1. Pasar Pertanian Vertikal

Ulasan Fortune Indonesia: Berita ekonomi dan bisnis mengenai pasar vertikal pada global meningkat dari 3.1 miliar dolar di 2021, menjadi 9.7 miliar dolar pada 2026. Angka ini hanya perkiraan saja dari laporan Marketsand Markets.

Nominal tersebut didapatkan dari analisa pada imbas Covid-19, hal ini didasarkan mekanisme struktur, jenis, pertumbuhan, penawaran, serta wilayah. Dengan kata lain, dampak dari sebuah kesehatan berkaitan erat dengan ekonomi serta bisnis pasar.

  1. Riset Agri Teknologi

Menurut penelitian dari agritech, Universitas Hasanudin, bahwa pertanian vertikal adalah rancangan metode penanaman bertingkat. Dengan konsep yang berdasar pada upaya untuk mengurangi penggunaan lahan secara luas.

Hal ini tentu berdampak pada lahan pertanian, yang tidak diperlukan lagi tanah yang luas. Namun suatu rangkaian yang memerlukan suatu material khusus untuk melakukan penanaman pertanian vertikal ini.

  1. Prinsip Penanaman

Informasi Fortune Indonesia: Berita ekonomi dan bisnis menjadi suatu hal yang amat berkembang dan beredar di tengah-tengah masyarakat. Maka informasi perlu disampaikan dengan sejelas-jelasnya.

Bagaimana cara melakukan penanaman secara bertingkat ini atau bisa disebut dengan vertikal, yang mengurangi penggunaan lahan luas. Yaitu, untuk menanam tumbuhan diperlukan dua prinsip dalam penanamannya, antara lain hidroponik dan vertikultur yang menjadi prinsip utamanya.

  1. Laporan Marketsand

Pasar pertanian sebelumnya mengalami penurunan di tahun 2020 menurut laporan dari MarketsandMarkets. Hal ini menjadikan ulasan Fortune Indonesia: Berita ekonomi dan bisnis cukup hangat untuk dibahas.

Didasarkan pada sebuah penyebaran Covid-19 yang terjadi pada tahun tersebut mengalami penurunan di sektor bisnis dan pertanian. Virus yang menyebar ke seluruh dunia ini menyebabkan usaha pertanian skala kecil masyarakat menjadi tutup.

Selain itu juga memberikan dampak gangguan logistik, penutupan akses, pembatasan aktivitas, dan masalah lainnya. Hal ini menyebabkan pengeluaran lebih ditekan ke bidang kesehatan.

  1. Riset Pasar

Tentu saja pasar akan mengalami peningkatan dan pemulihan di tahun 2021 bersamaan dengan 2022. Meningkatnya untuk menjaga kesehatan dan kebersihan juga memberikan efek pada permintaan pertanian vertikal, serta produk-produk lain yang berkaitan dengan pertanian ini, tutur riset pasar ini pada 29 November. 

  1. Berkembangnya Minat Hidroponik

Petani komersial mulai menggunakan mekanisme pertumbuhan tanaman secara hidroponik. Yang mana, menurut para petani, cara satu ini dianggap lebih mudah untuk digunakan pengaturannya.

Dan juga memberikan keuntungan investasi yang tinggi. Investasi hidroponik sendiri memerlukan dana yang lebih rendah dibanding aeroponik. Dan keunggulan yang dimiliki metode ini juga lebih unggul ketika terjadi pemadaman listrik, di mana tanaman tetap dapat bertahan selama listrik padam.

  1. Dua Jenis Pertanian Vertikal

Ada dua jenis melakukan penanaman secara vertikal, yaitu berbasis bangunan dan peti kemas. Untuk area yang sama, pertanian berbasis bangunan lebih rendah dalam biaya operasionalnya dibanding peti kemas.

Yang mana memberikan pendapatan yang lebih baik, dengan modal yang lebih kecil, namun untuk peti kemas atau kontainer lebih cocok untuk melayani pelanggan kecil. Yang mana tanaman ditempatkan di sebuah tempat yang besar, hal ini dinilai lebih efektif dan murah dibanding diterapkan ke konsumen besar.

BACA JUGA : Tips Untuk Memulihkan Kondisi Bisnis yang Sedang Memburuk

  1. Dominasi Pasar Pertanian vertikal

Penelitian mengatakan bahwa Asia Pasifik akan mendominasi pasar pertanian bertingkat, hal ini didasarkan pada negara seperti Singapura yang memiliki lahan yang tak begitu banyak atau luas. Maka, menjadikan pertanian secara vertikal adalah solusi terbaik untuk tetap menumbuhkan sektor pertanian. 

Referensi dari Fortune Indonesia: Berita ekonomi dan bisnis di bidang pertanian ternyata juga membawakan informasi yang menarik. Ini menjadi sebab, bahwa pertanian di setiap negara amat mempengaruhi ekonomi dan juga bisnis dunia.



Comments