Fakta Menarik Red Room pada Film Black Widow

Film pahlawan super dari Marvel Comics merupakan film yang banyak diminati oleh masyarakat. Film yang menceritakan tentang superhero dengan karater tangguh dan ikonik ini selalu memanjakan penggemarnya dengan aksi yang terbilang keren dan tentunya alur cerita yang seru. Salah satunya yaitu film Black Widow.


Black Widow sendiri merupakan film yang bercerita tentang kehidupan seorang Natasha Romanoff sebelum bergabung menjadi salah satu anggota Avenger. Pembuatan film ini bukan tanpa alasan. Black Widow memberikan penjelasan tentang alasan Natasha memilih mati dalam film Avengers : Endgame untuk melindungi umat manusia dan teman-temannya.


Salah satu yang menarik perhatian dari film Black Widow adalah munculnya Red Room. Red Room adalah proyek rahasia yang dimiliki oleh Rusia yang digunakan untuk menculik, mencuci otak, hingga memberi pelatihan kepada para anak perempuan yang ditelantarkan maupun dijual oleh orang tuanya sendiri.


Fakta Menarik dari Red Room

Keberadaan Red Room pada film Black Widow menyisakan tanda tanya besar bagi yang sudah menonton filmnya. Telah diketahui bahwa Natasha Romanoff merupakan produk modern yang dihasilkan oleh Red Room. Tidak hanya itu, ada beberapa fakta menarik lainnya tentang Red Room yang belum banyak diketahui, seperti :


  1. Dipimpin oleh ahli strategi yaitu Dreykov

Red Room dipimpin oleh seorang perwira tinggi pemerintah Rusia yaitu Dreykov. Dreykov sendiri diketahui sebagai ahli strategi yang dikenal handal dan merupakan penemu dari metode pencucian otak yang permanen. Metode ini ditemukan ketika terjadi perang dunia kedua dalam proyek Leviathan.


Untuk melindungi dirinya dari serangan para Black Widow, Dreykov memiliki senjata yang bernama Pheromone Lock. Untuk mengaktifkan senjata ini harus dihirup terlebih dahulu. Selain itu, Pheromone Lock juga dapat membuat para Black Widow tunduk dan patuh terhadap semua perintahnya.


  1. Bentuk latihan untuk para Black Widow

Para anak perempuan dalam Red Room diberikan pelatihan yang keras seperti penggunaan senjata, akrobatik, hingga taktikal. Bahkan ada kalanya sang instruktur membuat dua anak perempuan saling bertarung hingga salah satunya meninggal. Ada juga pelatihan balet agar mereka tahan terhadap rasa sakit. 


Tidak hanya sampai disitu, para gadis ini juga dipaksa untuk melihat film Snow White and the Seven Dwarfs. Film ini akan memberikan pesan kepada alam bawah sadar mereka tentang rasa sakit dan ketakutan. Untuk menghindari mereka kabur pada malam hari, para gadis ini akan diborgol tangannya saat tidur.


  1. Upacara kelulusan yang ekstrim

Salah satu tanda bahwa mereka telah lulus dari Red Room adalah dengan adanya kebiri. Hal ini untuk menghindari para Black Widow dari keinginan untuk berkeluarga sehingga tetap fokus pada misi. Natasha Romanoff diketahuai pernah mencoba menghindari proses ini dengan pura-pura gagal ujian fisik. Namun usahanya tidak berhasil.


  1. Taskmaster sebagai produk sampingan

Red Room tidak hanya menghasilkan Black Widow, namun juga memiliki produk sampingan yaitu Taskmaster. Taskmaster adalah sekumpulan pasukan super yang memiliki kemampuan meniru gerakan lawan secara penuh atau yang lebih dikenal sebagai photographic reflexes.


Antonia Dreykov merupakan identitas asli dari dari Taskmaster. Antonia merupakan anak Dreykov yang dibunuh oleh Natasha Romanoff. Sehingga bisa dikatakan bahwa Antonia adalah collateral damage dari misi yang dijalankan oleh Natasha ketika akan berkhianat pada S.H.I.E.LD.


  1. Keberadaan Red Room

Sebelumnya, lokasi Red Room selalu berpindah-pindah untuk menutupi keberadaannya. Hal inilah yang memaksa Natasha untuk menghilangkan nyawa Antonia agar sang ayah keluar. Namun kemudian Red Room modern dibangun di sebuah Hellicarier yang selalu terbang sehingga Natasha tidak tahu mengenai keberadaannya. 


Comments