Sarat Pesan Moral, Ocean’s 8 Dianggap Tak Sesukses Ocean’s 11


Film Ocean’s Eleven yang pertama kali dirilis di tahun 1960 kemudian dibuat ulang di tahun 2001 dengan judul Ocean’s 11, tak bisa dipungkiri merupakan salah satu film blockbuster tersukses. 

Bagaimana tidak, jika biasanya film hanya memiliki 1 atau 2 pemeran utama, di film ini ada setidaknya 11 pemeran utama yang super terkenal, memiliki kemampuan akting mumpuni, dan juga tentu saja berharga mahal.

Di tahun 2018 ini, Warner Bros Pictures ingin mengulang kesuksesan Ocean’s 11 sekaligus memberikan twist yang berbeda. Bukan membuat film dengan judul Ocean’s 11, namun Warner Bros membuat film Ocean’s 8 yang kesemua pemerannya dalah wanita, yaitu, Cate Blanchett, Rihanna, Anne Hathaway, Mindy Kaling, Sandra Bullock, Helena Bonham-Carter, Awkwafina, dan Sarah Paulson. 

Dari nama-namanya, sudah terlihat kalau Ocean’s 8 ingin mengulang kesuksesan Ocean’s 11 dengan memainkan para selebriti papan atas. Namun sayangnya, film ini dianggap masih kalah jauh dengan Ocean’s 11 meski dari beberapa segi sangat luar biasa.

Ocean’s 8 sendiri memiliki alur cerita yang sangat mirip dengan Ocean’s 11, yakni sekelompok orang dari berbagai latar belakang profesi yang merencanakan pencurian. 

Kedudukan mereka yang cukup tinggi di masyarakat dan juga tak pernah memiliki riwayat kriminal membuat para pencuri ini tak pernah jadi sasaran polisi. 

Apalagi mereka bisa menyusun strategi dan alibi dengan sangat rapi, sehingga selalu lolos dari lubang jarum.

Namun berbeda dengan Ocean’s 11, Ocean’s 8 memiliki misi tersendiri untuk menyuarakan feminism. Film ini ingin menegaskan bahwa wanita juga bisa melakukan hal yang dilakukan pria, bahkan dengan lebih baik. 

Hal tersebut seolah ingin menghapus imej wanita yang kurang positif di perfilman Hollywood, di mana mereka biasanya menjadi sosok yang digambarkan lemah dan teraniaya, atau seksi dan rendahan. 

Lewat film besutan sutradara Gary Ross yang juga menjadi orang di balik film The Hunger Games, film ini seolah ingin menegaskan bahwa wanita bisa melakukan hal yang tidak terduga sebelumnya. 

Kesan feminis semakin kuat dengan hadirnya Olivia Milch sebagai penulis naskah sehingga film ini sarat akan dialog yang menyindir patriakisme.

Film ini juga menyindir salah satu acara sosialita yang digelar di Amerika Serikat setiap tahunnya, yakni Met Gala. Acara ini hanya bisa dihadiri oleh orang berduit karena tiketnya saja seharga 30 ribu USD.  

Hal ini tentu menunjukkan ketimpangan sosial di mana masih banyak sekali orang yang kekurangan di Amerika Serikat.

Film ini juga memiliki visual yang cukup kuat karena dibintangi para aktris cantik dengan make up dan fashion yang optimal. Setiap karakter memiliki kiblat fashion sendiri yang membuat appearance mereka begitu sulit untuk dilupakan. 

Namun hal tersebut nyatanya belum bisa menyejajarkan Ocean’s 8 dengan Ocean’s 11. Banyak kritikus yang menganggap kedalaman karakter di film ini kurang kuat. Kelebihannya hanyalah terletak pada aktris yang wow dan aktingnya yang memukau. Namun tanpa semua itu, kritikus berpendapat film ini akan mudah dilupakan.

Comments